Faking that Big ‘O’
Januari 4th, 2010 by suarasenjaYeah.. Big O yang dimaksud di sini.. hmm ..yeah you all know what i am talkin about. O stands for Orgasm. And i’m talking about O for ladies aka female only.. hehhehe.
udah jadi rahasia umum kalau perempuan lebih susah atau lebih lama mencapai that big O dibandingkan laki-laki. Hmm,kalo lebih lama tapi tetep dapat O, masih mending lah. Mungkin dengan menambah waktu foreplay hal ini bisa diatasi.

Tapi yang bikin capek itu kalau sudah mengeluarkan energi untuk melayani pasangan kita, we didn’t get that O sementara pasangan kita sudah tertidur pulas keenakan. Hmmfff… sebel ga sih.
Malah, ada satu teman saya yang lumayan memprihatinkan kondisinya. Dia suangat juaraaaaaaang sekali dapat O selama mungkin 5 tahun perkawinannya. Lha berhubungannya aja jarang sekali, apalagi dapat O. Saya pernah kasih saran, udahlah.. self service aja. Katanya: emang kita apaan sampai perlu self service segala. Wedewww.. so maunya apa ya.
Well..believe it or not, walaupun perempuan jarang dapat O, tetapi ada diantara mereka bersedia berpura-pura mendapat O untuk menyenangkan pasangannya. Makes me wonder, betulkah laki-laki segitu perlunya mendapat pengakuan bahwa dia hebat di ranjang dengan memuaskan pasangannya? Do they ever know or realize ..that the woman might only pretending to have that O ??
Kenapa seorang perempuan rela berpura-pura mendapat O? Alasannya macam-macam, antara lain yang pernah kudengar atau baca:
- menyenangkan pasangan. Yah, menjaga harga diri pasangan, tepatnya. Ok, got it.. kalo cuma sekali-sekali, lha kalo setiap kali? Hmmm.. sex is supposed to be fun, right? Bukan sekadar berbaring telentang seperti pisang epek, ah uh ah uh sebentar, pasangan sampai, selesai. Wuahhhhh. benar-benar terasa sex sebagai suatu kewajiban yah
- pasangan ga tau caranya membuat kita mencapai orgasme. Hmm.. kalau dia nggak tau kenapa tidak kita beritahu? What do you want, girls? Longer foreplay? Do you want to play ‘woman on top’ supaya G-spot mu lebih mudah terangsang? G spot adalah area dalam vagina yang sangat sensitif dan merangsang atau menyentuhnya akan menyebabkan wanita mengalami orgasme. You could tell your mate without lowering his self esteem, by using these kind of words: “Uhm baby, will you let me wait for a while (before his penetration), please just kiss me again here and there… uhhmm… ah yes.. again baby..” or “you’re so sexy baby, i want to see your bare muscles naked from up here (while you’re taking woman on top position). Atau kalau kita malu untuk ngomong, tuntun saja tangannya ke tempat yang kita inginkan. Believe me, men like women who knows how and where they want to be pleased. And it makes you even more hot and sexier in his eyes.
- gak mood melakukan hubungan seks, jadi pengen cepat-cepat selesai dengan faking those orgasm, dengan harapan dia jadi bergairah dan cepat selesai juga. ladies, if you’re not in the mood of having sex, just tell your mate to wait for another occasion. Perempuan normal biasanya memiliki gairah seks yang lumayan, walaupun mungkin tidak selalu setinggi laki-laki. sesekali capai dan gak mood karena mau/habis datang bulan, kecapean kerjaan, ngurus anak, wajar aja karena kadang pria juga mengalaminya. Tapi kalau terus-terusan, mungkin pola hidup kita harus dievaluasi. Marriage is not only about sex, though, but sex does makes your marriage life happier and meaningful.
- bukan hanya pasangan yang ga tau membuat kita O, kita pun tak tahu bagaimana atau apa yg harus dilakukan pasangan untuk membuat kita O! Duh, ini paling parah. Saran saya, kenalilah tubuh anda sendiri. Coba pejamkan mata dan bayangkan fantasi terliar anda, anda ingin dicumbui seperti apa, dan wujudkan fantasi anda bersama pasangan. Sering-sering baca tips seks di majalah wanita dewasa. Dan sering mencoba, tentu saja. Setiap perempuan memiliki G spot, cuma letaknya saja yang berbeda-beda. Untuk mengetahui letak G spot, cobalah seks dengan beragam posisi. Atau cobalah minta pasangan melakukan oral seks.
as for my self, menurutku kalau memang kita tidak mencapai that O dalam suatu hubungan sex, ya kita akui saja. Faking O, sekali-kali mungkin ga masalah. Tetapi kalau keseringan, seks bukan lagi hal yang menyenangkan. Seks menjadi hal yang monoton, menjadi suatu kewajiban satu arah dari istri. Membuat jenuh pada pernikahan, jenuh pada pasangan. Jika kita sering berpura-pura, pasangan akan mengira bahwa apa yang dia lakukan sudah benar, lha lantas bagaimana dia bisa memperbaiki apa yang dia lihat sudah benar kalau dia tidak tahu bahwa itu salah?
Terus gimana dong? Well.. mungkin selain belajar teknik hubungan seks, kenali tubuh sendiri, mungkin saya bisa kasih tips untuk mengandaikan hubungan seks dengan transaksi bisnis, yang tujuannya saling menguntungkan. So kalau kamu belum dapat O sampai akhir hubungan seks, jangan lupa untuk tetap berterima kasih pada pasanganmu atas kesempatan kebersamaan kalian, peluklah dia, and just simply say to your mate (dengan pandangan penuh cinta tentunya): baby.. you owe me one yah. Aku ga sabar menunggu kamu untuk menggenapkannya..
Dan tagihlah .. pada kesempatan berikutnya. you deserve it!








